Menjamurnya Blog Jam Lokal (2)




 Pada posting sebelumnya saya menulis mengenai dampak positif apa saja sebagai akibat dari marak bermunculannya blog lokal yang terkait dengan jam tangan. Porsi terbesar dari blog tersebut memang akhirnya bermuara pada satu hal: jualan jam tangan. Untuk tulisan kedua ini, saya akan melihatnya dari sisi sebaliknya, yaitu sisi yang (mungkin) negatif, kalau boleh dibilang begitu.

1. Entah disadari atau tidak, keberadaan blog-blog yang menjual jam bekas (beberapa bahkan menjual jam baru), telah menjadi alternatif bagi para penggemar jam dalam memutuskan pembelian. Sebagian dari mereka tidak lagi repot harus datang ke toko jam fisik yang ada di pertokoan atau Mall, tapi hanya dengan cukup meluangkan waktu untuk berburu secara online bisa jadi mereka menemukan jam yang mereka cari. Hal ini bermanfaat sekali terutama bagi penggemar jam yang lokasinya memang di kota yang tidak banyak pilihan toko jam. yang awalnya mereka hanya beli jam ketika datang ke kota besar, kini mereka bisa melakukannya kapanpun. Tentu saja ini tidak berlaku bagi penggemar jam yang masih belum percaya untuk membeli jam bekas. Namun pergeseran sudah mulai terjadi. beberapa dari klien saya awalnya sering membeli jam baru di toko, namun kini mulai beralih untuk berburu di blog-blog jam lokal. Kecuali kalau jam yang dicari sangat spesifik dan memang tidak/ belum ada bekas nya.

Dalam acara Kumpul Penggemar Arloji bisa terjadi transaksi
2. Melihat perkembangan bisnis jual jam lewat blog ternyata cukup menguntungkan, membuat banyak orang yang mencoba mengadu peruntungan dengan masuk dalam bisnis ini. Karena membuat blog sangat mudah dan cepat, jadi dalam waktu 5 menit saja mereka sudah bisa mulai bisnis bidang ini. Hanya saja, saya melihat banyak juga orang yang masuk ke bisnis ini namun tidak disertai dengan kemampuan dan kemauan untuk mengerti dengan baik dunia horologi, atau setidaknya belajar untuk bisa memberikan kebenaran informasi terkait jam yang dijual di blog. Beberapa kali saya melihat ada jam-jam (terutama ayang antik) yang sebenarnya tidak layak untuk dijual. Kenapa saya bilang tidak layak? bisa jadi karena jam itu adalah palsu, franken, tidak sesuai pakem atau kondisinya yang sebenarnya tidak layak (misal rusak atau cacat).

Suatu kali, teman sesama penggemar jam mengirimkan saya begitu banyak jam antik yang dia beli dari blog dan juga perorangan. yang saya sedih adalah, mayoritas jam antik yang dia miliki ternyata tidak layak (menurut standar saya), untuk disebut sebagai barang koleksi. dan ketika saya jelaskan kecurigaan saya, dia sempat kaget, karena sewaktu beli jam itu dibilang sebagai all original, rare, collectible dll. Saya tidak tahu, apakah penjual jam itu memang tidak tahu tentang jam yang dia jual, atau memang dia sengaja berbohong agar barang jualannya cepat laku? Yang gawatnya adalah: penjual dan pembeli sama-sama tidak tahu mengenai jam yang diperdagangkan. Semua hanya bermodalkan 'katanya'..

Early Rolex Ref.1500 original hands

3. Terkait dengan nomor 2 diatas. Melihat perkembangan bisnis jual-beli jam antik semakin meluas, hal ini ternyata juga membuka peluang bagi para 'pengrajin' jam antik aspal dari luar Indonesia untuk ikut 'meramaikan' pasar jam antik di Indonesia. Saya sebut 'Aspal' karena rata-rata jam antik semacam itu menggunakan movement jam antik original, tapi selebihnya (casing, jarum, dll) nya buatan sang pengrajin. Jam-jam model begini biasanya masuknya melalui jalur yang sama. Bisa melalui perantara makelar dan peng-hobby juga. Penyebarannya saya lihat mulai halus, yaitu dengan cara tidak memasarkannya dalam jumlah sekaligus banyak, tapi sedikit demi sedikit. (Mungkin saya perlu tulis dalam thread terpisah terkait hal ini).



0 Responses So Far: