KONGKOW ARLOJI (KA) Bandung 20 Feb 2011


Pada tanggal 20 Februari 2011 lalu, untuk ke-6 kalinya KRONOMETROFILIA mengadakan acara kmpul-kumpul yang kali ini dinamakan KA atau Kongkow Arloji. Kali ini, tempat nya di Warung Laos di jalan Dago Golf Bandung. Seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, acara ini selalu dihadiri oleh para penggemar jam antik dari Bandung dan Jakarta, dan hari itu berkumpul sebanyak 23 orang. Kelompok dari Jakarta menggunakan konvoi 4 mobil yang terdiri dari 11 orang. Berangkat dari Jakarta sengaja lebih pagi karena kami berencana untuk sarapan di Warung pepes jambal Walahar di daerah Klari, Karawang imur yang memang sudah banyak dikenal oleh para penggemar kuliner tradisional. Acara sarapan di Walahar menag pas sekali karena semua masakan baru saja matang dan masih segar sehingga tidak heran kalau banyak rekan yang membawa juga pepes untuk dibawa pulang.

Warung Laos sendiri ternyata memiliki pemandangan yang sangat bagus, walau kalau dilihat dari arah jalan, warung ini tidak begitu menyolok karena hanya tembok dan pintu saja. Begitu masuk ke area warung, kami langsung diperlihatkan sebuah pemandangan yang menakjubkan karena arah pandang begitu luas. Desain yang seperti ini membuat angin semilir dan membuat suasana tidak begitu panas. Pihak panitia ternyata telah memesan tempat di lantai 2 yang lebih private dan terpisah dari area umum yang lain.

Pukul 11.30, rombongan dari Jakarta telah sampai di lokasi dan disana sudah menunggu beberapa orang anggota dari Bandung dan juga panitia acara ini. Beberapa wajah baru muncul pada acara siang itu dan beberapa anggota tetap yang tidak pernah absen pada setiap kali acara juga kembali hadir disana.

Setelah tegur sapa, silaturahmi, perkenalan dan saling melirik ke pergelangan tangan orang lain untuk mencari tahu jam apa yang dipakai, masing-masing rekan membongkar bawaan masing-masing dan diatur di meja yang telah disediakan untuk memajang koleksi. Setiap kali acara kumpul-kumpul seperti ini salah satunya merupakan ajang untuk meng-update koleksi terbaru masing-masing. Seringkali kita bisa melihat banyak koleksi yang pada pertemuan sebelumnya belum ada.

Begitu semua barang bawaan diatur di meja, segera saja, seperti sekumpulan anak kecil yang girang melihat mainan baru, mereka langsung melihat dari dekat, memegang, mencoba di tangan, mendiskuskan dengan teman lain dan memfoto-nya. Beberapa buah jam yang sempat saya foto akan saya bahas dalam posting ini.

Jam berikut ini sangat unik dan memiliki desain yang retro khas tahun 70-an. Merk-nya adalah Rado Space wing dan Titus. Desain casing yang semi kotak membuat tampilan kedua jam ini menggoda mata untuk melihat dan memegangnya. Desain casing saya bilang unik karena merupakan penggabungan antara bentuk casing kotak dengan dial yang bulat (Rado) dan oval (Titus). Bila diperhatikan jam Rado, peletakan logo jangkar juga nyeleneh. Tidak diletakkan di tengah atas seperti biasanya, tapi malah diletakkan dengan posisi yang tanggung yaitu diantara angka 7 dan 8. Kemudian ada 2 garis yang memotong logo tepat di tengah. Untuk Titus, indeks dan jarum diberi ornamen berwarna orange yang eye catching. Kedua jam ini berukuran besar, dan saya yakin akan membuat orang melirik kalau kita pakai jam model seperti ini.

Jenis jam yang mulai banyak diminati oleh para pencinta jam antik adalah jam-jam militer, bukan hanya desain militer tapi yang memang jam otentik yang digunakan pada masa perang, baik itu PD ke-2 atau perang vietnam. Dari banyak jam militer yang ada pada acara Kongkow ini saya lihat ada sebuah jam militer otentik merek Jaeger LeCoultre dan Hamilton. Yang sangat kolektibel adalah merek Jaeger karena jam itu dipakai oleh tentara Inggris pada PD ke-2. Desain jam militer pada saat itu memang tidak besar, hanya berkisar 34-36mm, beda dengan jam militer untuk pilot yang berukuran besar sampai 55mm. Sedangkan yang di sebelah kanan adalah jam otentik US army yang diproduksi oleh Hamilton. Kedua jam di bawah memiliki beberapa kesamaan khas jam-jam militer, yaitu: dial selalu berwarna hitam, menggunakan arabic indeks (angka) dan finishing casing yang tidak mengkilat. Keberadaan jam-jam militer antik yang otentik sudah semakin sulit dan karena itu value-nya juga semakin meningkat, walaupun kondisi jam-jam ini tidak lagi bagus karena faktor usia. Nilai kolektibilitas semakin tinggi terutama untuk merek-merek 'besar' seperti Rolex, Jaeger, Lange sohne dll.

Ada banyak jam yang menarik perhatian saya siang itu. Seperti jam dibawah yaitu Orient Grand prix 64 yang istimewa karena memang dibuat secara khusus pada saat Olympiade di Tokyo. Orient ini memang berbeda dari Orient kebanyakan, selain desain casing yang lebih besar (sekitar 38mm), jam ini juga dibuat dengan finishing yang sangat baik, mungkin karena dibuat untuk event khusus sehingga kualitasnya juga baik. Jam yang paling kanan adalah WYLER manual chronograph yang merupakan jam produksi sekitar akhir tahun 40 sampai awal 50-an. Dengan usia setua itu kondisi jam masih sangat bagus dan enak untuk dilihat.

Masih dalam kotak jam yang sama, terlihat ada 2 omega antik yang mempunyai tipe desain yang sama yaitu sub second hand dan indeks arabic. Jam Omega yang kedua dari kiri merupakan product Omega lawas sekitar akhir tahun 40-an yang di refurbished dialnya secara profesional di Jepang, dan hasilnya memang luar biasa bagus dan sangat rapi sehingga kecantikannya langsung memancar.


Sekarang kita lihat tipe lain dari salah satu merek kesayangan saya: OMEGA. Omega dibawah berasal dari periode produksi yang sama yaitu awal tahun 50-an. Yang paling kiri adalah Seamaster chronometer gold capped, automatic bumper cal.354 dan merupakan varian yang cukup sulit didapat karena Omega memang tidak banyak memproduksi Seamaster chronometer. Omega yang berikutnya adalah sebuah seamaster bumper cal.354 . 501 yang memiliki indeks dan jarum terbuat dari rose gold sedangkan yang paling kanan adalah Seamaster automatic cal.501 dengan indeks yellow gold. Walapun usia mereka tua namun kecantikannya tetap terpancar.

Saya berani mengatakan bahwa Omega berikut adalah salah satu Omega yang kolektibel karena desain-nya yang unik. Omega ini adalah chronostop driver, yang didesain oleh Omega khusus untuk para pengemudi (driver). Desainnya khas, yaitu posisi angka 12 digeser dan menempati posisi angka 3 di jam yang biasa. Desain dial ini dibuat bergeser karena pemakaian jam ini bukan di atas pergelangan tangan, melainkan di bawah. Jadi, seseorang yang sedang mengendarai mobil tangannya tidak perlu digeser atau diangkat untuk melihat posisi waktu. Tidak banyak produsen jam yang memiliki desain dial seperti ini, dan menurut saya jam seperti ini unik dan langka. Perpaduan warna biru dan jarum orange-nya sungguh cantik dan menggoda!

Ini adalah salah satu contoh perbedaan 2 desain yang sangat menarik. Sebelah kiri adalah sebuah SINN U1 yang memiliki desai ultra modern dan pemakaian material yang merupakan hasil rekayasa metalurgi yang canggih. Material yang digunakan merupakan bahan logam yang sangat keras dan lebih keras dari baja. Tipe logam seperti ini digunakan juga untuk pembuatan kapal selam di Jerman. SINN merupakan produsen jam dari Jerman yang fokus pada jam untuk kaum profesional. Diameter 44mm. Desainnya sederhana tapi sangat menarik untuk dilihat.

Di sebelahnya adalah dunia yang berbeda, dimana desain sangat kental aura periode keemasan jam-jam mekanik tahun 50-an. Sebuah JAEGER Le COULTRE Master Calendar yang terbuat dari solid 18K rose gold. Desainnya klasik, dimensinya pun 'pas' yaitu 38mm. Kualitas buatan JLC sunguh cantik dan detailnyapun halus. Dua hal yang berbeda orientasi dijejerkan....


Siang itu ternyata ada 'reuni keluarga' dari merek ROLEX, tepatnya Rolex jenis Turn-o-Graph dan Thunderbird. Rolex thunderbird adalah cikal bakal dari Turn-O-Graph. Thunderbird yang di sebelah kanan merupakan T-bird ref.1625 produksi tahun 70-an. Yang menarik dari T-bird itu adalah finishing dial yang black matte (doff) di kombinasikan dengan material gold. Terlihat sungguh cantik dan apik! Turn-O-Graph di sebelahnya diproduksi diatas tahun 2005 dan merupakan sebuah contoh evolusi desain dari Rolex. Bezel TOG ini terbuat dari solid 18K white gold dengan desain yang tidak rata seperti halnya t-bird, tapi dimiringkan seperti halnya Roex Datejust. Perubahan lain adalah warna jarum detik yang dibuat merah, begitu juga dengan warna tanggal yang juga merah. Hal ini dilakukan untuk membedakan antara TOG dengan Datejust biasa.

Evolusi desain Rolex ditunjukkan juga oleh sala satu tipe klasik di bawah, yaitu Explorer 1 (jam yang sebelah kiri). Rolex Explorer 1 ini merupakan proses evolusi dari versi sebelumnya. Perbedaan ada pada diameter casing yang semula 36mm menjadi 39mm. Tidak banyak perubahan yang dilakukan pada jam ini, hanya dimensi-nya saja yang diperbesar. Selain itu, indeks arabic 3,6 dan 9 dengan finishing warna hitam (black out).

Jam di sebelahnya adalah merek M2K, yang mengkhususkan diri pada desain-desain homage, menyerupai desain jam merek lain yang terkenal. Salah seorang rekan memesan sebuah M2K yang desainnya mengacu pada desain Rolex Explorer 1 generasi awal (vintage). Perbedaannya adalah dimensi jam yang besar 39mm dan penggunaan feature tanggal, sedangkan versi Rolex tidak menggunakan tanggal.


Kayaknya belum lengkap kalau acara kumpul-kumpul tapi tidak membicarakan dan membahas SEIKO. Kebetulan pada hari itu ada beberapa high-end seiko vintage yang dibawa serta. Yang pertama adalah GRAND SEIKO 4522 di bawah yang mencuri perhatian begitu dikeluarkan oleh si empunya. GRAND SEIKO ini sungguh cantik karena desain casing yang unik dan kondisinya yang sungguh luar biasa! casing merupakan gold capped dengan desain yang sedikit menyerupai OMEGA constellation C-Shape, hanya bedanya GS ini casingnya sedikit terlihat lebih 'kekar'. GS 4522 merupakan jenis GS high beat 36,000 bph yang menggunakan manual winding movement. Movement ini merupakan salah satu jenis movement yang banyak digemari dan dicari oleh para pecinta Seiko vintage.

Berikut adalah koleksi yang dibawa oleh seorang member yang 'mendedikasikan' dirinya untuk mengoleksi dan mempelajari high-end seiko vintage. Beberapa koleksi high end seiko vintage yang dibawanya adalah King Seiko. Grand Seiko dan Lord Marvel, dan semuanya dalam kondisi yang sangat bagus!

Berikut adalah beberapa contoh highly collectible vintage high end seiko dari periode awal produksi mereka. Yang paling kiri adalah King Seiko generasi awal dan 2 berikutnya adalah Grand Seiko dari generasi kedua yang diproduksi dari mulai tahun 1963-1967. Ketiga seiko ini menggunakan low-beat manual winding movement...dan ketiganya dalam keadaan sangat bagus!..

Salah satu cara agar tidak bosan dengan koleksi jam yang kita miliki adalah dengan merubah penampilannya. Salah satu caranya adalah dengan mengganti rantai atau tali kulit dengan strap yang lain, misalnya jenis Nato strap. Baru dalam kesempatan kumul-kumpul ini saya melhat bahwa ada juga Nato strap yang terbuat dari kulit! dan ternyata bagus. Nato strap dari kulit ini cocok untuk jam besar yang desain spring bars-nya memiliki ruang cukp lebar untuk menyelipkan strap ini.


Salah satu jenis jam yang mulai banyak penggemarnya adalah jam-jam Rusia vintage. Tipe jam rusia ini sebelumnya jarang ada peminatnya karena mungkin kualitas buatannya yang kurang bagus atau kita kurang percaya dengan kualitas movement-nya. Namun persepsi seperti itu sekarang sudah berubah. Mengoleksi jam-jam eks cold war atau jaman saat propaganda soviet sedang gencar sampai era perestroika ternyata menarik untuk dikoleksi karena desain dialnya sangat bervariasi. Di bawah adalah contoh-contoh jam rusia vintage jenis diver yang dibawa pada acara hari ini.
Nah kalau jam rusia yang satu ini bukanlah tipe jam sport atau militer tapi saya mengatakannya kontemporer. Lihat saja desain jarumnya..unik! jarum jam dan detik berbentuk lingkaran. ntuk penunjuk jam menggunakan serupa disck yang pada salah satu sisinya ada ujung yang keluar untuk menunjukkan jam, sedangkan jarum menit menggunakan lingkaran yang memiliki ujung di salah satu sisinya. Saya belum pernah melihat jam merek lain yang membuat desain jarum seperti ini.

Tidak terasa waktu berjalan dan sudah menunjukkan 15.30 waktu bandung. Karena perjalanan masih jauh untuk pulang ke Jakarta, dan karena beberapa orang berniat untuk membeli oleh-oleh maka acara pun diakhiri. beberapa orang merasa pertemuannya terlalu cepat karena belum puas untuk melihat koleksi jam yang ada di meja dan belum tuntas untuk berdiskusi mengenai hal yang sama-sama membuat kami dekat satu sama lain, yaitu dunia jam antik!

Sampai bertemu pada acara KONGKOW AROJI berikutnya!


0 Responses So Far: