GTG Ke-6 KRONOMETROFILIA 27 Nov 2010


Tanggal 27 November 2010, kembali KRONOMETROFILIA (komunitas Penggemar Jam Indonesia) mengadakan GTG (Get ToGether) di rumah makan Omah Sendok di daerah Senopati. Acara GTG memang bukanlah acara yang secara rutin dilakukan dalam setiap waktu tertentu, kalau ada anggota yang inisiatif untuk mengadakan GTG dan banyak member yang bisa maka kegiatan bisa dilakukan. Anggota yang hadir saat itu sekitar 22 orang, dimana 2 orang anggota datang lambat dan tidak sempat berfoto.

Seperti hal-nya GTG-GTG sebelumnya, prioritas dan sajian utama acara adalah koleksi rekan-rekan komunitas yang digelar dalam acara itu. Biasanya koleksi-koleksi yang baru didapat akan dibawa untuk di share dengan yang lainnya. Dalam posting kali ini saya tidak akan sharing beberapa foto kegiatan tersebut dan koleksi-koleksi yang menarik untuk disimak (selain koleksi yang saya bawa..).

Dari beberapa rekan komunitas, ada beberapa rekan yang memiliki fokus yang jelas dalam memilih koleksi-nya. Salah satunya adalah Bung Rudy yang fokus untuk mengoleksi jam-jam vintage buatan Rusia. Koleksi ini menarik karena merupakan salah satu bukti sejarah bagaimana jayanya Uni Soviet pada masa itu dan program2 propagandanya yang salah satunya dilakukan lewat desain jam tangan. Semua jam rusia yang dibawa pada saat GTG masih terlihat mulus dan bagus. Gambar dibawah menunjukkan beberapa desain jam diver rusia vintage.

Rekan lain yang fokus dan koleksinya unik adalah Bung Haryo (HSW), yang memiliki ketertarikan pada jam merek GARUDA. Menurut saya merek ini unik karena merupakan salah satu bukti keinginan kuat pemerintahan Soekarno pada masa itu untuk menunjukkan kejayaan negeri ini. Rekan Haryo terlihat sedang menjelaskan apa dan bagaimanasejarah merek Garuda dan keberadaannya hingga saat ini. Di sebelah kiri HSW adalah Bung Rudy yang memiliki koleksi jam rusia antik yang luar biasa.

Jam dibawah adalah salah satu contoh bagaimana pemerintah Uni Soviet dulu melakukan propaganda terhadap program-programnya ke masyarakat melalui desain jam. Jam sebelah kanan yang berwarna merah memiliki desain jarum yang uni. Jarum jam ditunjukkan dengan bentuk 'Palu' sedangkan jarum menit ditunjukkan dengan bentuk seperti 'sabit'. Sedangkan yang sebelah kiri bergambar bintang merah dan tulisan Rusia yang berbunyi 'Perestroika". Walaupun kedua jam ini sudah cukup tua, tapi kondisinya masih sangat bagus!

Sebelum acara GTG ini berlangsung, ada beberapa jam yang sangat ingin saya lihat secara langsung. Salah satunya adalah ini: LONGINES Military dari perang dunia ke-2. Longines ini diproduksi tahun 1952-1954 dan merupakan jam resmi bagi tentara Inggris pada saat itu. Desain Longines ini berbeda dengan desain jam militer lain dalam periode yang sama, karena desain casing dibuat lebih besar sekitar 37mm tanpa crown. Jarum menggunakan model 'kepala cobra' dan matte dial yang semuanya masih jelas terbaca. Tipe ini diyakini sebagai salah satu jam militer otentik yang banyak dicari oleh penggemar jam militer antik karena sejarah dan keberadaannya yang sangat jarang.

Jam di bawah adalah salah satu jam yang saya sukai dari segi desain dan konstruksinya. SINN U2 yang merupakan pengembangan dari versi pendahulunya U1. SINN U2 ini merupakan jam diver untuk kedalaman 2000m dan memiliki feature GMT. Apa yang membuat saya suka dengan jam ini? pertama dalah karena desainnya yang semuanya berwarna titanium, jadi tidak menyolok seperti kalau dibuat dengan bahan steel. Kedua, adalah desain dial yang menurut saya cukup sederhana dan memiliki ciri khas. Dan ketiga, tentu saja konstruksi jamnya yang sangat kokoh dan mantap saat dikenakan.


OMEGA dibawah adalah salah satu Omega memomatic tercantik dan termulus yang pernah saya lihat. Warna dominan abu-abu dan kombinasi jarum detik orange membuat para penggemar Omega antik selalu mencari OMEGA Memomatic dengan variasi dial seperti ini. Sungguh sulit untuk bisa mendapatkan sebuah Memomatic dengan kondisi seperti ini. Penunjuk waktu alarm tidak ditunjukkan dengan jarum melainkan lempengan disk. Dan uniknya, penunjuk alarm tidak hanya 'jam' saja tapi juga 'menit'. Penunjuk alarm untuk menit ditunjukkan dengan 2 garis bewarna orange. Jadi dengan Memomatic ini kita bisa atur jam agar berbunyi pada pukul 02.10...!

Seorang rekan, Bung Iim datang dengan koleksi "mini Me" nya dan semuanya dipakai di satu tangan! ketiga jam itu adalah Breitling triple date moonphase, Omega bumper edisi awal sub second dan sebuah jam dengan enamel dial yang unik.

TISSOT dibawah ini merupakan salah satu jam Tissot vintage sport yang termasuk sulit untuk ditemukan, terutama dalam kondisi yang masih bersih dan bagus seperti ini. TISSOT ini menarik karena dialnya atraktif dan colourful. Selain itu bentuk casingnya juga unik karena bulat cenderung lonjong dengan tanpa lugs seperti halnya jam biasa. Movement menggunakan manual winding chronograph produksi dari Lemania, yang dikenal tangguh dan banyak dipakai oleh produsen jam ternama.

Well..well..welll..speechless waktu saya melihat jenis seiko yang satu ini! dikenal dengan nama Seiko "Tuna" karena mungkin desainnya mirip kaleng tuna (?). Jam-jam seiko diver ini bukan jam diver sembarangan karena dibuat dengan sangat baik, hanya untuk konsumsi domestik Jepang dan dengan ketangguhan yang teruji. Emperor Tuna merupakan jam diver 1000m dengan movement automatic sedangkan Darth Tuna adalah seiko diver quartz. Dimensi seiko ini besar, tapi saat dipakai masih terlihat pas dan nyaman.


OMEGA Speedmaster Moonwatch adalah salah satu jenis Omega yang paling banyak dikoleksi oleh para pecinta jam antik karena Moonwatch adalah salah satu jenis klasik dan iconic dari merek ini. Kebetulan pada acara GTG ini ada beberapa speedmaster dari 3 generasi yang berbeda yang berhasil dikumpulkan, yaitu Speedmaster cal.321, pre moon cal.861 dan moonwath cal.861. Semua jam ini masih dalam keadaan yang bagus dan original.

OMEGA jenis lain yang juga merupakan incaran para penggemar Omega adalah Omega Flight master yang didesain omega memang untuk para pilot pada tahun 70-an. Kedua FM yang ada pada GTG masih dalam keadaan bagus. Keberadaan Omega FM semakin sulit ditemukan terutama dalam keadaan yang masih bagus dan original.


Sekarang kita lihat ROLEX. Jenis ROLEX yang masih banyak ditemukan dan juga disukai oleh banyak orang untuk dikoleksi adalah ROLEX GMT 1675. GMT satu-satunya yang ada pada GTG kali ini adalah milik Bung Reza. Kondisi 1675 ini masih sangat bagus dengan casing yang sepertinya belum pernah dipoles. Dial juga bersih. Salah satu hal yang banyak membuat para penggemar Rolex semakin tertarik adalah desain bezel-nya yang warnanya sudah mulai memudar dengan merata dan cantik. Warna bezel seperti ini sangat sulit didapat. jam ini masih memiliki box original.
Rolex dibawah adalah Rolex day-date solid 18K White gold yang disinyalir jauh lebih sulit didapat daripada yang versi 18K yellow gold, apalagi dalam kondisi yang masih sangat baik seperti ini. Disampingnya adalah Rolex date ref.6530 yang memiliki jarum model pedang, jarum detik blued steel dan tanggal yang menggunakan warna berbeda. Kondisi dial sudah menua tapi masih terlihat cantik!

Rolex Royal dibawah adalah jenis Rolex paling mungil dalam GTG kali ini. Jam ini sudah sangat tua dan sebenarnya jam ini adalah jam laki-laki. Tapi pada era awal tahun 50-an atau akhir 40-an rata-rata jam pria memiliki dimensi yang kecil seperti ini, sekitar 32mm. Jarum, dial dan crown masih original dan masih terlihat cantik walaupun uzur.

Dua jam chronograph antik di bawah ini merupakan contoh jam sport antik yang nggak akan bakalan sering anda lihat sehari-hari. Sebelah kiri adalah sebuah ROYCE manual winding chronograph dengan warna dial yang unik, coklat kemerahan. Sedangkan sebelah kanan adalah sebuah TITUS manual chronograph dengan kondisi yang masih sangat bagus dan memiliki dial berwarna biru. Kedua jam ini masih berjalan normal dan terawat baik.

GTG hari ini rencananya akan selesai sampai pukul 14.00, tapi masih banyak rekan yang tetap berkumpul sampai sore karena acara seperti ini memang tidak setiap saat bisa dilakukan. Beberapa rekan juga baru muncul selewat jam 14.00. GTG selanjutnya kemungkinan akan dilakukan di Bandung, waktu kegiatan masih belum ditentukan.

SALAM KRONOMETRO!


0 Responses So Far: