GTG Kronometrofilia 2 Mei 2010


Akhirnya setelah menunggu beberapa bulan, kegiatan "Pasar Arloji' atau GTG ke-4 komunitas penggemar arloji 'Kronometrofilia' diadakan lagi di Jakarta, tepatnya 2 Mei 2010 di restoran Teebox Kebayoran baru. GTG kali ini dihadiri sekitar 30 orang dan jam yang dibawa sekitar 200 lebih jam antik dan modern. Sebagai 'makanan utama' dalam GTG ini langsung dipajang di meja yang terletak di tengah-tengah ruangan sehingga semua yang datang bisa dengan leluasa melihat, memegang dan mencoba sekian banyak koleksi jam nan cantik itu.

Jam pertama yang menarik perhatian saya adalah jam yang dipakai oleh moderator komunitas, Prof. Kusuma. Beliau mengenakan Omega yang belum pernah saya lihat sebelumnya yaitu Omega chronograph yang dikeluarkan untuk FIFA (federasi dunia untuk sepakbola). Ciri khas yang membuat jam ini begitu menarik adalah adanya minute counter untuk 45 menit, satu babak dalam permainan sepak bola. Di posisi angka 12 terdapat logo bola dunia dan tulisan FIFA. Menurut saya jam ini termasuk very rare dan kolektibel! Jam ini dibiarkan tanpa polesan sehingga guratan di casing dan mika dibiarkan apa adanya.

Koleksi Omega yang memang sedari awal saya ingin lihat dalam GTG kali ini adalah sebuah Omega Constellation 18K solid gold milik Bung Erlan. Tipe connie gold ini adalah hidden crown dengan automatic movement Cal.564. Kondisi jam dibiarkan apa adanya, bahkan mika yang retak pun dibiarkan saja karena memang mika tersebut asli bawaan dari jam itu. Aura jam ini memang beda dan sangat cantik. Karena itu tidak heran kalau salah seorang rekan penggemar jam antik begitu terpesona nya hingga sangat ingin mengakuisisi jam ini. Sayang keinginan beliau dalam GTG ini belum kesampaian.

Dalam komunitas Kronometrofilia semakin banyak yang menggemari merek Seiko terutama seri Chronograph dan diver. Gambar di bawah adalah salah tipe Seiko diver yang paling banyak dibicarakan dan disukai oleh penggemar Seiko: Diver tuna. Bentuknya yang bongsor dan besar membuat penampilan jam ini menarik. Kebetulan dalam GTG kemarin ada 2 orang yang membawa tipe jam yang sama dengan tahun produksi yang terpaut jauh.

Di bawah adalah penampakan seiko automatic dengan desain yang klasik. Kedua jam ini milik dr.William, seorang penggemar berat Seiko. Dengan desain yang sederhana dan finishing yang detail dan halus, membuat penampilan dan kesan kedua jam ini melampaui harganya. Favorit saya adalah yang hitam. Very nice!!

Nah ini nih, jam Seiko yang membuat banyak jam swiss harus berpikir ulang dalam membuat standar kualitas bahan dan finishing sebuah jam. Seiko diver Marine Master. This is one of the best looking diver watch I've ever see! Finishing-nya luar biasa halus, kesan eksklusif begitu terlihat. Desain kokoh dan begitu menarik saat dikenakan. Memang harga jam ini jauh lebih mahal dari jam seiko diver kebanyakan, dan saya kira harga itu sesuai untuk mendapatkan jam dengan kualitas sebaik ini. Jam milik Bung Ariska ini dipasangkan dengan strap kulit model sport dari merek Hirsch.

Gambar dibawah menunjukkan Seiko Marine Master yang disandingkan dengan salah satu koleksi diver modifikasi dari Bung Joe. Menurut saya ini adalah modifikasi paling berani dan beresiko dengan hasil yang luar biasa! Basis-nya adalah seiko diver 6309 yang dikawinkan dengan dial dan hands milik Marine Master. Untuk membuat sebuah jam yang one of a kind ini, Bung Joe harus memotong kaki dari dial MM agar bisa masuk dengan movementnya. Hal ini tentu beresiko tinggi karena belum pernah ada yang mencoba (tepatnya berani mencoba) untuk melakukan percobaan modifikasi ini. Good job, Joe!

Tidak banyak orang yang memiliki konsistensi tinggi dalam mengoleksi jenis jam tertentu. Sebelumnya saya tahu kalau Bung haryo konsisten dengan jam merek Garuda dan memang hal itu benar-benar ditekuni. Kali ini ada Bung Rudi yang (masih) konsisten dengan koleksi jam Rusia vintage-nya. Luar biasa karena semua jam dalam koleksinya masih bagus dan berjalan baik. Segala macam jenis jam rusia dari beberapa merek dibawa dalam GTG ini. Setiap kali melihat jam-jam rusia ini, pikiran seperti diajak kembali ke era 70-80an saat Uni Soviet masih berdiri, dan jam-jam ini merupakan saksi dari masa itu.

Namanya juga pasar, banyak orang kumpul, ngobrol, bengong, diskusi, ngelamun, lihat2 barang dan juga..makan! karena acara dibuat sampai makan siang maka sebagian member yang datang nyambi ngobrol dengan makan sajian siang itu: bakwan malang.



Koleksi di bawah adalah milik Prof.Kusuma yang selalu konsisten dengan koleksi Omega antiknya. kalau dalam GTG sebelumnya beliau membawa '9 pendekar', kali ini koleksi yang dibawa 'pendekar connie 70's'. Omega constellation dari era tahun 70-an dalam 2 versi casing yang berbeda.
Tidak sedikit yang terbengong-bengong dengan koleksi yang dibawa oleh Bung Anton ini. Rolex GMT master 1675 Pointed Crown Guard (PCG). Semua masih orisinal! yang membuat jam ini begitu bernilai tinggi adalah karena dial dan jarum-nya masih asli dari periode tipe ini. Dial difinshing gilt dial dengan chapter ring yang menyatu pada sisi luar-nya. Perbedaan dari kedua jam ini adalah dari tingkat perubahan warna dial. PCG yang kanan sudah totally berubah menjadi tropical dial, berwarna kecoklatan. Kondisi kedua jam ini luar biasa! very rare! dan pasti very expensive!... :-)

Tidak cukup satu koleksi yang membuat orang geleng-geleng kepala. Koleksi berikutnya juga maut: Heuer Calculator! sangat jarang ditemui tipe ini karena itu harganya juga meningkat jauh. Sebenarnya jam ini bukanlah jam yang dijual di sebuah toko yang beliau kunjungi, melainkan hanya 'for display only', tapi entah dengan jurus apa akhirnya jam itu bisa di akuisisi dan dibawa ke Indonesia.
Ada sebuah jam unik yang dibawa oleh Pak Joko, seorang penggemar jam dari Semarang. Jam ini merek Tag Heuer namun jam ini tidak pernah dijual di butik-butik Tag Heuer dimanapun karena jam ini merupakan hadiah bagi pembeli mobil Mercedes SLR. Desainnya unik karena tombol chronograph menghadap ke atas dan bukan terletak di samping casing seperti jam chronograph lainnya. Desain dial dibuat model regulateur deimana jarum jam, menit, detik dan chronograph semua terpisah. Tidak ada informasi berapa banyak Tag Heuer mengeluarkan tipe ini, yang pasti dibuat sejumlah produksi mobil SLR. Movement yang digunakan adalah movement chronograph terbaik dari Tag Heuer yaitu Caliber 36.


Saat GTG adalah merupakan kesempatan untuk melihat, memakai dan mendokumentasikan jam-jam rekan lain yang kita sukai.


Ada 2 buah jam unik yang untuk pertama kalinya dibawa dalam GTG, yaitu sebuah jam kantong yang menampilkan gambar erotis. Yang sebelah kiri dan berwarna merupakan jam erotis buatan Doxa dengan diameter yang besar dan sebelah kanan tidak diketahui mereknya. Jam unik ini merupakan koleksi dari Bung Rony.

Bagi penggemar jam antik, jam alarm yang dikenal selain Vulcain adalah Jaeger Le Coultre dengan seri memovox-nya. Jam di bawah ini bukanlah jam alarm dari kedua merek itu, melainkan dari merek Favre Leuba. Yang membuat jam ini begitu menarik dan langka adalah karena didalamnya menggunakan alarm movement buatan Jaeger. Desain jam ini besar dan massive, warna birunya menarik dan bentuknya kokoh.

Kapan lagi bisa foto dengan 4 jam idola sekaligus kalau nggak pas ada acara GTG?...dokter William dengan seiko diver.
Berfoto sejenak saat istirahat dan chit-chat dengan beberapa rekan, ki-ka: Arif (blog jamkuno), Rony, Prof. Kusuma (www.arlojimania.net), Reza (blog arlojiantik) dan Anton.

Saat pembagian door prize, seperti GTG di Bandung sebelumnya, door prize kali ini juga kotak jam kapasitas 6 buah.
Di akhir acara, sebelum pulang disempatkan foto bersama. Karena area tidak mencukupi jadi fotonya hanya sebagian saja yang terlihat. Foto dalam posting ini merupakan gabungan dari foto-foto jepretan dari dr.william dan Bung Multan.




0 Responses So Far: