Get ToGether KRONOMETROFILIA di Bandung


Kegiatan kumpul bareng sesama penggemar jam khususnya jam antik KRONOMETROFILIA ini diadakan di Bandung, tepatnya di Warung Sate Shinta di Jalan Diponegoro. Komunitas yang di komando-i oleh Prof. Kusuma ini sudah beberapa kali mengadakan kumpul bareng seperti ini dan hari Sabtu kemarin (9 Januari 2010) adalah kumpul-kumpul yang ke-4. Kebetulan cuaca kota Bandung memang sedang sering mendung dan turun hujan namun tidak menyurutkan semangat beberapa teman dari Jakarta yang datang khusus untuk acara ini.

Seperti biasa, acara dibuka oleh koordinator milis Prof. Kusuma dan dilakukan acara perkenalan (lagi) karena memang pada acara kali ini ada beberapa rekan yang baru pertama kali datang di acara seperti ini. Total berkumpul sekitar 20 orang penggemar jam antik dari bandung dan Jakarta pada siang itu.
Prof. Kusuma selalu saja memberikan kejutan setiap kali acara GTG. Pada GTG-GTG sebelumnya beliau membawa beberapa jam Seiko yang desain dan bentuknya sama persis, misal Seiko Cal.6138 "UFO" yang berjumlah 4 buah dan semua dalam keadaan yang bagus dan mulus. Kali ini jam kembar yang dibawanya adalah 9 buah Omega Constellation tipe C-Shape, 8 buah ditaruh dalam kotak khusus dengan material steel, sedangkan 1 buah yang beliau pakai adalah Connie gold top. Yang membedakan adalah caliber movement jam dan warna dial. Salah satu alasan kenapa di suka dengan jam-jam itu adalah karena tahun kelahirannya sama dengan tahun produksi jam-jam itu, yaitu tahun 1970. Prof. Kusuma memang sudah dikenal sebagai penggemar berat Omega, karena itu tidak heran kalau beliau menyimpan beberapa buah tipe yang sama.


Salah satu jam yang sangat menarik perhatian saya adalah sebuah Seiko Diver 7S26 yang memiliki dial berwarna orange. Jenis dial ini unik dan bisa dibilang sangat sulit ditemui karena memang tipe ini hanya dibuat untuk pasar domestik Jepang. Perbedaan ada pada penulisan jewels diatas posisi angka 6 dan juga desain rantai yang menggunakan model heavy oyster (bukan jubille seperti biasanya). harap berhati-hati karena saat ini mulai muncul Seiko-seiko diver dengan warna serupa atau mendekati warna ini yang merupakan frankenwatch. saya pernah 2 kali menemukan jam serupa ini tapi setelah saya perhatikan bukanlah asli buatan Seiko Jepang tapi dibuat di Asia Selatan. Kualitas warna orange kalau diperhatikan akan berbeda antara yang asli dan frankenwatch, juga kualitas lume dan sablon indeks dan minute bar.

Saat saya hadir ke acara itu, saya memakai 1675 nipple dial dengan dial warna coklat. Ternyata salah seorang rekan juga ada yang membawa dengan kualitas dial yang bagus juga. Perbedaan hanya pada bezel yang sudah mulai memudar (faded).

Ini adalah si cantik Doxa! sejak GTG pertama kali dulu, jam Om Robby ini sudah membuat saya jath cinta. Jam ini tidaklah besar sekitar 34mm, karena memang pada era tahun 50-an ukuran jam tidak ada yang besar. Namun dengan usia yang lebih dari 50 tahun itu Doxa ini masih terlihat cantik dan otentik. Kualitas penuaan yang merata membuat penampilan secara keseluruhan sangat menarik. Belum lagi penggunaan indeks arabic...menambah kesan klasik..

2 jam ini unik, karena penunjuk detik, menit dan jam semuanya seperti melayang dan tidak menyambung dengan as rotor. karena itu tipe jam seperti ini sering dinamakan mysterious dial..
Kondisi kedua jam ini masih bagus dan mulus. Pada tahun 70-an tipe ini banyak digunakan oleh merek Zodiac dalam product line Astrographic.

2 jam dibawah ini adalah keinginan terbesar saya datang ke Bandung, karena saya ingin melihat, memegang dan memakai secara langsung 2 seiko nan cantik ini. Karena itu saya wanti-wanti sekali kepada pemiliknya untuk tidak lupa membawa 2 jam ini. Ini adalah King Seiko generasi pertama dan Seiko Lord Marvel. Pasaran international untuk jam-jam high end seiko vintage semakin meningkat dan berdampak pada harganya yang semakin tinggi. Kondisi kedua jam ini tanpa cela, terutama Lord Marvel yang nyaris seperti baru! dan semuanya original (kecuali strap). Sungguh cantik dan highly collectible!

Acara hari itu tanpa terasa sudah berlangsung beberapa jam. Walau diluar hujan terus tapi tidak menyurutkan penggemar jam antik untuk datang. Setelah jam 5 lebih, satu persatu peserta pamit mundur terutama bagi peserta yang datang dari Jakarta seperti saya.

Seperti acara GTG sebelumnya, kali inipun diberikan 3 buah door prize berupa kotak jam eksklusif untuk kapasitas 6 buah jam yang terbuat dari bahan vinyl hitam dan finishing kain beludru hitam untuk bagian dalam. Doorprice lain adalah berupa jam. Ada beberapa buah jam sebagai doorprice, namun si pemenang hanya bisa mengambil satu buah saja. Dan si pemenang akhirnya mengambil jam merek Smith.

Tidak lupa sebelum pulang, para anggota milis melakukan foto bersama. Dan GTG selanjutnya sih inginnya dilakukan di Bogor. Sampai ketemu pada GTG berikutnya!


0 Responses So Far: