Fase 2: Sudah Mulai Tahu Orientasi Koleksi


Setelah mengalami fase AAS (Asal Antik Sikat), biasanya seseorang akan mulai kebingungan sendiri melihat begitu banyak jam antik yang sudah dibeli dari berbagai macam merek dan tipe. Bahkan seorang rekan menunjukkan kepada saya di 2 laci besar di ruangan kantornya penuh berisi begitu banyak jam antik dari banyak merek dan jenis. Kemungkinan yang terjadi adalah, seseorang mulai punya keinginan lain agar koleksinya lebih punya tema. Bisa saja ke homogen-an itu dari sisi merek atau jenis jam tertentu misalnya jam rusia semua, atau jam sport dll. Kecenderungan ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal. Bisa saja karena jatuh cinta dengan merek atau jenis jam tertentu, suka karena modelnya yang unik, antusias karena harganya yang relatif terjangkau dengan variasi model yang banyak atau juga karena ikut-ikutan teman. Seorang rekan konsisten untuk mengumpulkan jam merek GARUDA karena merek ini unik, ada 'bau Indonesia', harga relatif terjangkau dan desainnya unik. Dan ternyata memang jarang yang fokus untuk mengoleksi jam merek ini.

Karena orientasinya sudah jelas (atau hampir jelas), maka perburuan pun mulai fokus. Menurut saya dengan mencoba fokus kepada satu atau beberapa merek akan menguntungkan kita dari sisi: a. Kita jadi tahu merek apa saja yang kita buru, b. dana akan lebih selektif untuk dikonsumsi untuk hobi, c. pengetahuan kita akan merek yang kita fokus kan menjadi lebih dalam, daripada harus belajar sekian banyak merek.

Hal yang saya alami dan saya kira juga banyak rekan se-hobi yang lain adalah mau untuk membeli jam antik merek yang kita fokuskan meskipun dalam keadaan yang belum 'siap pakai' karena mungkin movement-nya mati, dial-nya rusak atau beberapa komponennya yang hilang. Kalau saya saat itu beranggapan masih bisa 'menghidupkan' jam itu kembali dengan minta bantuan kepada teman tukang service jam. Karena memang ada kepuasan yang luar biasa ketika saya berhasil 'menghidupkan' kembali jam antik yang saya beli dalam keadaan mati atau tidak lengkap. Namun tidak banyak jam antik yang memberi saya kepuasan luar biasa seperti itu. Contohnya adalah jam seiko di bawah. Saya suka sekali jam ini karena termasuk generasi awal Seiko Sportsmatic day-date. Saat itu saya lihat casing yang aslinya gold plated sudah mulai hilang lapisan gold-nya dan ada bagian dari dial yang sudah mengelupas. Saya berpikir, sambil jalan saya akan cari casing jam tipe ini yang masih bagus juga dialnya karena toh mesin jam ini masih bagus dan jalan akurat. Ternyata perkiraan saya salah! bahkan sampai saat inipun saya belum lagi lihat tipe jam yang sama dalam keadaan bagus. Akhirnya jam Seiko yang saya beli Rp.150 ribu sekitar setahun lalu tetap tidak berubah sampai sekarang!

Kasus kedua ini memiliki happy ending. Awalnya saya menemukan sebuah 6139-6002 di sebuah kios cetak sablon dalam keadaan mati. tapi kodisi casing, dial yang berwarna kuning, rantai original, sampai pepsi bezelnya masih bagus. terutama pepsi bezelnya yang masih belum luntur sama sekali. Saat itu jarum sudah diganti dengan jarum asal-asalan, kenop chrono hilang satu dan feature day-date sama sekali tidak berfungsi. Kebetulan saya kenal seorang tukang service handal di Pasar Senen. Saya serahkan saja jam itu beserta foto dari internet dari tipe jam yang sama sebagai panduan dia dalam melakukan restorasi jam itu sampai selesai. Butuh waktu 3 bulan untuk mengembalikan seperti bentuk sesuai foto dibawah ini, porsi waktu yang paling lama adalah service movement-nya yang ternyata ada beberapa spare parts yang tidak lengkap. Penantian 3 bulan terbayar karena jam jadi jauh lebih bagus dari awal saya beli, semua komponen asli dan movement yang bekerja dengan baik!

Tapi lama kelamaan saya berpikir dan mencoba berhitung mengenai kegiatan 'restorasi' ini.Ya kalau hasilnya memuaskan sih nggak apa-apa, segala effort terbayar. Tapi kalau tidak? nah ini yang berabe. Ucapan seorang teman sesama pe-hobi sangat benar mengenai hal ini (bagi saya lho), bahwa kalau jam antik tidak bisa bekerja seperti seharusnya, sama saja dengan besi tua. Buktinya nggak usah jauh-jauh, saya sendiri masih ada beberapa jam yang tidak bisa diperbaiki dan akhirnya memang disimpan saja sebagai besi tua. Saya hanya berharap menemukan jam sejenis untuk bisa saya kanibal bagian-bagian yang masih bisa digunakan.

Saya akan kasih gambaran apa yang akan terjadi saat membeli jam antik yang tidak siap pakai:

1. Kita akan luangkan waktu bolak-balik keluar masuk pasar, tukang-tukang service untuk bisa cari parts yang bisa digunakan dalam jam antik kita yang perlu restorasi. Berapa banyak waktu, biaya transport dll yang kita keluarkan untuk itu. Kalau anda punya waktu luang banyak sih nggak apa-apa lah..lha kalau bekerja 8 to 5?...

2. Tidak semua kerusakan sebuah jam antik bisa diperbaiki dan kembali seperti kondisi seharusnya. Terutama untuk jam-jam chronograph, sangat dihindari membeli dalam kondisi fungsi chronographnya tidak bekerja dengan baik karena spare parts lebih sulit didapat. Jadi peluang untuk menjadi besi tua lebih besar lagi.

3. Harga spare parts untuk jam-jam tertentu seringkali lebih mahal daripada parts untuk movement generik seperti buatan ETA yang bisa kanibal dari jam lain. Misalnya Omega, saat ini semakin sulit untuk bisa mendapatkan parts omega antik karena memang omega tidak lagi memproduksi parts ini sedangkan stok lama mereka lama kelamaan pasti akan semakin sedikit. Komponen lain selain parts yang semakin sulit didapat adalah bezel untuk jam diver atau chronograph, jarum jam dan dial. Seringkali seorang teman membeli sebuah jam chronograph dengan kondisi bezel tachymeter yang sudah rusak dengan harapan bisa mencari dan membelinya dari tukang service jam. Dan sudah bisa dipastikan usahanya akan berbuah sangat lama..

Tentu kita beli jam antik untuk disimpan dan dipakai, bukan lebih banyak disimpan di laci seorang tukang service untuk diperbaiki atau di-rekondisi, apalagi apesnya kalau ujung-ujungnya tukang service itu bilang "nggak bisa diperbaiki mas..jual aja lagi!"..walah!

Memang tidak bisa disama-ratakan dengan apa yang saya tulis disini dengan preferensi atau anggapan orang lain. Ada juga teman yang beranggapan justru dalam proses hunting (jam maupun parts) dan menghidupkan jam antik kembali itulah sensasinya! memang betul!...tergantung dari diri anda dari sisi mana memandang hobi koleksi jam antik ini. Kalau saat ini, saya hobi mengumpulkan jam antik ini untuk dipakai dan bukan untuk diobrak-abrik, dibedah atau di rekondisi.

Nah, setelah ketahuan preferensi koleksi mau kemana, biasanya perburuan makin intens pada merek-merek itu saja. Standard pun mulai dinaikkan. Kondisi menjadi prioritas utama karena itu tidak heran terkadang untuk satu jenis jam sampai punya beberapa buah dan semuanya dalam kondisi bagus!!


0 Responses So Far: