Amazing collection ! (2)


Suatu sore sebuah sms masuk ke HP saya. Ternyata dari teman saya yang mengabarkan bahwa akhirnya dia jadi ambil (lagi) sebuah Panerai dengan power reserve. Sebelumnya beliau sudah punya Panerai dengan power reserve, tapi yang baru beliau beli ini dimensinya 44mm dan bukan 40mm. Karena saya penasaran, maka saya minta ijin untuk bisa lihat akuisisi Panerai barunya sekaligus mendokumentasikan koleksi jam beliau yang saat kedatangan pertama disimpan di rumah beliau yang lain.

Seperti biasa, siang itu saya menunggu di area Mal Kelapa Gading yang halamannya menyatu dengan tempat beliau tinggal. Saya harus dijemput karena orang luar tidak bisa masuk ke dalam area privat disana.

Setelah sampai di unit beliau, kegiatan bongkar membongkar menjadi salah satu hal yang mengasyikkan karena saya tidak tahu jam apa yang berada dalam masing-masing kantong kain kecil itu. Beliau pelan-pelan membuka dan mengatur koleksi jam-nya yang tidak beliau tunjukkan dalam kunjungan saya yang pertama. Sambil membuka satu persatu, beliau kadang juga menjelaskan jam yang menurut beliau punya kesan mendalam. Misal jam Rolex yang dia tetap miliki saat kondisi keuangan sedang terpuruk, jam yang diberikan oleh orang tuanya dll.



Saat ini beliau mulai selektif dalam memilih jam untuk dikoleksi. Kalau dulu sembarang merek dibeli sampai akhirnya kebanyakan namun valuenya tidak besar. Mulai setahun kemarin beliau mulai fokus ke brand-brand yang memang bagus valuenya dan tentu saja desainnya juga harus bagus. Salah satunya adalah brand Panerai. Saat saya datang semua Panerai beliau sudah berhasil dikumpulkan untuk didokumentasikan (termasuk akuisisi terbarunya).



Dan inilah akuisisi Panerai terbaru beliau: PAM 090, dengan power reserve, diameter 44mm dan tali karet. Very nice watch! walau tangan beliau kecil namun tetap pede pakai jam besar seperti Panerai ini.


Panerai lain yang belum pernah saya lihat adalah Panerai Luminor Marina dengan dial warna biru! birunya pun aneh karena cenderung ke arah Tosca. Diameter 40mm dengan croco strap.


Salah satu jam yang (kelihatannya) tidak pernah dipakai namun akan disimpan terus adalah jam dibawah ini: Omega Deville Automatic Vintage. Menurut beliau, ayahnya membelikan 5 buah jam yang sama seperti ini untuk dibagikan kepada 5 anaknya. kalau saya pikir, memang kita perlu setidaknya meninggalkan/ memberikan sesuatu kepada anak/cucu kita bagian dari koleksi kita, entah sebagai warisan atau kenang-kenangan. Dan menurut saya tipe Omega ini sangat pantas sebagai kenang-kenangan karena desainnya sangat klasik dan timeless. Kondisi jam ini walaupun antik namun masih terlihat seperti baru.


Carl F. Bucherer adalah brand lama yang sekarang mulai diangkat lagi. Saya sendiri tidak familiar dengan brand ini karena memang tidak pernah lihat fisik jam-nya. Menurut beliau, brand CFB ini sangat populer di Hong Kong. CFB dalam koleksi beliau adalah seri Patravi dengan feature power reserve. Desainnya sederhana namun terlihat sporty dan kokoh.


IWC Mark XV adalah salah satu koleksi yang sangat beliau sukai, bahkan saat anak beliau minta jam ini beliau menolaknya :-). IWC Flieger memang timeless banget! desainnya dari awal sampai tahun 07 tetap sama. hanya saja ada perbedaan pada diameter jam. Mark XV ini saya rasakan lebih besar dari mark XII yang menjadi legenda dari IWC Flieger. Dial putih bersih dan rantai khas IWC Flieger. Very very nice!


Salah satu jam tipe militer lain adalah Bell&Ross military chronograph limited edition. Warna jam ini unik karena antara hijau dan coklat (atau saya yang buta warna ya?..pokoknya aneh warnanya!). Desain sederhana dan kental unsur military-nya).


Jam chronograph lain dengan tali kulit adalah Tudor Chronautic. Tudor tipe ini sudah menghilangkan unsur-unsur Rolex seperti pada tipe sebelumnya. Unsur-unsur Rolex biasanya terdapat pada logo di crown, tulisan di caseback dan logo pada claps. Tudor memang akhirnya melepaskan diri dari bayang-bayang Rolex dan menggunakan logo serta fasilitas pabrik untuk membuat casing dan bagian lain secara terpisah dari Rolex.


Jam dibawah merupakan favorit saya sekaligus juga kesayangan beliau: Bregeut Aeronavale XX. Merupakan salah satu tipe klasik dari Breguet yang dibuat kembali re-editionnya. Tipe ini juga merupakan icon dari Breguet sport. Jam terlihat semakin cantik dengan penggunaan tali croco warna coklat. Saya jarang sekali menemukan Breguet seperti ini saat jalan-jalan ke toko yang jual jam bekas. Karena memang tipe ini banyak sekali yang suka dan memburu untuk dikoleksi.


Salah satu brand yang beliau suka (lagi) adalah BVLGARI. Mungkin karena pekerjaan beliau yang berkaitan dengan dunia fashion atau karena memang jam menunjukkan kualitas sekaligus status pemakainya. Bulgari yang cantik dibawah ini adalah BVLGARI BVLGARI 18K solid gold. memang cantik sekali apalagi saat dipakai. Kalau lihat tipe yang steel dari Bulgari ini saya tidak begitu suka, tapi seri 18K YG ini memang benar-benar cantik...apa karena solid gold-nya ya?... Setahu saya beliau masih punya satu Bulgari laindari seri Solotempo dengan bahan 18K juga, tapi tidak terbawa siang itu.


2 buah dari 4 Bulgari Automatic Chronograph yang ada siang itu. Yang kiri adalah Bulgari carbongold ltd edition 999 buah. Seri yang beliau simpan adalah seri Geneve dan Bali (tidak ada dalam gambar) dan keduanya dalam kondisi seperti baru! Yang sebelah kanan adalah automatic chronograph. Bulgari chrono ini juga secara estetika sangat cantik. Proporsi dan komposisinya enak dilihat.


Satu-satunya Franck Muller yang beliau miliki adalah versi basic Casablanca Automatic. Desain sederhana namun dengan harga yang tidak sederhana! Salah satu hal yang saya sukai dari brand FM ini adalah Packaging-nya! box kayu yang menyertai jam ini sangat eksklusif, besar dan berat padahal jam didalamnya kecil....


Breilting merupakan brand baru dalam koleksi beliau. Dalam koleksi beliau terdapat beberapa macam tipe diantaranya seperti gambar dibawah: Blackbird, Superocean 1500m dan Chronomat. Menurut beliau Blackbird adalah jam yang paling banyak dikomentadi oleh rekan-rekan beliau. Mereka selalu mengatakan jam itu bagus baik dari segi desain, material dan warna dial. Untuk superocean dial orange, awalnya saat saya sms jam ini beliau mengatakan tidak PD untuk menggunakan jam warna orange. Namun saat saya minta beliau lihat dulu brand dan warna orange-nya..beliau langsung suka.."wah kalau kayak gini saya demen pak!". Akhirnya jam ini malah sering dipakai oleh anak beliau. Tipe lain yang tidak ada dalam foto adalah tipe Superocean Heritage.

Ball adalah salah satu jam yang dipakai..terutama saat nonton di bioskop! kenapa? karena gas tube-nya kalau di tempat gelap menyala terang jadi kalau mau tahu jam jadi jauh lebih mudah! :-). Ball ini tipe Fireman dengan diameter 43mm.


Saya pernah lihat sekali beliau menggunakan jam Omega Constellation seperti dibawah, dan saat itu saya komentar "Wah seperti SBY aja pak jamnya!". Dan ternyata beliau punya 3 buah Connie seperti itu!



0 Responses So Far: