Pengalih perhatian: Lukisan!


Saat-saat ini adalah masa jenuh saya yang kedua. Pada masa jenuh yang pertama beberapa tahun lalu saya menjual sebagian besar koleksi jam antik saya dan saat itu rasanya sudah malas untuk melanjutkan hunting dan kumpulin jam antik lagi. Tapi ternyata saya hanya jenuh saja dan begitu tahu koleksi saya banyak yang sudah hengkang rasanya agak menyesal juga...

Untuk masa jenuh yang kedua ini saya tidak lagi menjual jam-jam antik saya tapi saya taruh saja di koper dan tidak saya lihat lagi (untuk sementara). Untungnya ada 'pengalih perhatian' dari hobby utama yaitu mencari dan mengumpulkan barang pecah belah antik (lihat posting sebelumnya) dan yang paling gres adalah lukisan!

Pada dasarnya saya mengemari lukisan sejak kuliah dulu, ini karena teman tetangga saya di yogya adalah pelukis lulusan ISI Yogya. Kegemaran akan lukisan mulai lagi sejak bulan lalu saat berkunjung ke tempat pengumpul barang antik di Bogor. Saat itu saya lihat ada beberapa lukisan kecil yang menurut saya menarik karena goresan pada canvas sangat ekspresif. Dari cerita si pemilik lukisan, seniman yang melukis lukisan itu dulunya pernah dirawat di Rumah sakit jiwa karena itu banyak orang yang mengatakan (mungkin berseloroh) bahwa si pelukis ini adalah Van Gogh-nya Indonesia (aya-aya wae...) .

Sudah banyak hasil karyanya yang dibeli oleh para pengemar lukisan dari Bali dan luar negeri. Dalam katalog lelang Sidharta beberapa karyanya juga sering dipajang dan dilelang. Kebisaannya dalam melukis adalah otodidak dan goresannya dalam melukis sangat ekspresif. Dia lebih sering melukis dengan cara menggores dan bukan mengoles dengan mata kuas karena itu goresannya sangat terasa ekspresif. Nama pelukisnya Somad, karena dulu tinggal disebelah pabrik es makanya sering disebut dan dipanggil Mades. Lukisan dibawah adalah salah satu contoh karyanya dalam ukuran 30X40cm, berupa lukisan anak-anak sedang bermain.


Dibawah ini adalah karya teman saya di Yogya, Petro. Semula lukisan ini tidak mau dijual karena memiliki nlai sentimentil tinggi. Lukisan ini dibuat saat ulang tahun pelukis terkenal Alm. H.Widayat di Magelang. Saat itu banyak pelukis yang diundang ke rumah beliau untuk melukis bersama. Setiap pelukis diberi kanvas besar sekalia dengan cat minyaknya yang berkualitas tinggi. Saat itu Petro berinisiatif untuk meminta sang tuan rumah Alm H. Widayat untk ikut serta menggoreskan kuasnya disisi kiri dan dan sisi kanan Petro meminta kepada Kartika Affandi (putri maestro Alm.Affandi) untuk juga menggoreskan kuasnya. Setelah mereka berdua selesai baru Petro menggabungkan keduanya dengan goresannya sendiri. Judul lukisan ini 'About last night' dan berukuran sekitar 1,2X1,4m.


Lukisan buah dibawah ini adalah karya Wardoyo. Alirannya realis dan memang buah jambunya menggiurkan banget. saat saya bawa pulang ke rumah semua berkomentar sama..lukisannya bagus. Ukuran juga cukup besar sekitar 90X100cm.


Lukisan dibawah adalah karya Parsono. Pelukis muda jebolan sanggar Jatiwangi. Sekarang Parsono lagi demen melukis suasana panen. Pelukis otodidak yang dikembangkan oleh seniman senior Fadoli. Semua lukisannya bersertifikat dan juga sudah masuk balai lelang Sidharta.



Anak bungsu saya bergaya di depan salah satu karya Parsono yang lain (panen juga).


Perlu penataan khusus agar sebuah lukisan bisa tampil lebih menarik.



0 Responses So Far: